Surabaya Diwarning Bisa Seperti Wuhan, Andai Dulu Mereka Mau Mencontoh Jakarta... - Selamat datang kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Konten Islam 24 Jam. Semoga sobat pembaca semuanya dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang suatu apapun. Tak lupa kami ucapkan Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semuanya.
Pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang Surabaya Diwarning Bisa Seperti Wuhan, Andai Dulu Mereka Mau Mencontoh Jakarta... yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga saja postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.
Dampak dari polarisasi yang dilakukan bujer otak sempit terhadap figur Anies dan Risma selama pandemik membuahkan hasil seperti yang dialami kota Surabaya saat ini.
Silakan cek jejak genital di medsos bujer dan bucinnya. Inget dong bagaimana komparasi yang mereka lakukan antara kedua figur tsb.
Bayangkan bila kota² berzona merah mencontoh Jakarta atau paling tidak mendekati apa yang dilakukan Jakarta mungkin tidak akan seperti ini.
Beberapa kali eike sampaikan bahwa Jakarta adalah laboratorium perpolitikan Indonesia, sebelum sebuah policy diterapkan nasional maka dicoba dulu di Jakarta.
Di Jakarta yang terlibat bukan hanya Anies tapi stakeholder papan atas juga terlibat, pemerintah pusat, DPR RI, konglomerat, dsb.
Bagaimana ndak, hampir 70% ekonomi negara ini berpusat di Jakarta. Ini fakta dan banyak fasilitas kesehatan pusat yang berada di Jakarta.
Apa hubungannya bujer dengan kondisi Surabaya saat ini?
Bila saja para bujer dan bucin mencoba mengaplifying (menggaungkan/memviralkan) apa saja yang sudah dilakukan Jakarta saat pandemik ini dan bukan sebaliknya mungkin warga akan lebih aware (peduli) dan lebih keras menuntut Pemdanya untuk memghadapi pandemik ini.
Sekarang bujer n bucin itu pada kemana, disaat Surabaya kondisinya spt ini???
(By Uda Nanang)
POSTINGAN PILIHAN PEMBACA :
Pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang Surabaya Diwarning Bisa Seperti Wuhan, Andai Dulu Mereka Mau Mencontoh Jakarta... yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga saja postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.
Dampak dari polarisasi yang dilakukan bujer otak sempit terhadap figur Anies dan Risma selama pandemik membuahkan hasil seperti yang dialami kota Surabaya saat ini.
Silakan cek jejak genital di medsos bujer dan bucinnya. Inget dong bagaimana komparasi yang mereka lakukan antara kedua figur tsb.
Bayangkan bila kota² berzona merah mencontoh Jakarta atau paling tidak mendekati apa yang dilakukan Jakarta mungkin tidak akan seperti ini.
Beberapa kali eike sampaikan bahwa Jakarta adalah laboratorium perpolitikan Indonesia, sebelum sebuah policy diterapkan nasional maka dicoba dulu di Jakarta.
Di Jakarta yang terlibat bukan hanya Anies tapi stakeholder papan atas juga terlibat, pemerintah pusat, DPR RI, konglomerat, dsb.
Bagaimana ndak, hampir 70% ekonomi negara ini berpusat di Jakarta. Ini fakta dan banyak fasilitas kesehatan pusat yang berada di Jakarta.
Apa hubungannya bujer dengan kondisi Surabaya saat ini?
Bila saja para bujer dan bucin mencoba mengaplifying (menggaungkan/memviralkan) apa saja yang sudah dilakukan Jakarta saat pandemik ini dan bukan sebaliknya mungkin warga akan lebih aware (peduli) dan lebih keras menuntut Pemdanya untuk memghadapi pandemik ini.
Sekarang bujer n bucin itu pada kemana, disaat Surabaya kondisinya spt ini???
(By Uda Nanang)
POSTINGAN PILIHAN PEMBACA :
Memuat...
Demikian pembahasan tentang Surabaya Diwarning Bisa Seperti Wuhan, Andai Dulu Mereka Mau Mencontoh Jakarta... yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga saja dapat mengobati rasa penasaran Sobat mengenai kabar atau berita yang sedang sobat cari.
Kedepannya kami akan terus menambah artikel kami, untuk itu tetap pantau terus situs Konten Islam 24 Jam ini. Akhir kata kami ucapkan Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarokatuh, sampai ketemu di postingan kami selanjutnya. Salam sejahtera.



Komentar
Posting Komentar